Teori Baru Soal Hilangnya MH370: Pesawat Zombie
Seluruh orang di dalamnya tewas, pesawat terbang sendiri.
ddd
Sabtu, 22 Maret 2014, 13:08
Denny Armandhanu
Kabin Suasana di dalam pesawat Malaysia Airlines tujuan Beijing (Ilustrasi) (REUTERS/Edgar Su)
VIVAnews - Sudah
tiga pekan pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang tanpa jejak.
Spekulasi masih terus berkembang liar dengan berbagai teori baru. Salah
satunya yang muncul belakangan adalah teori soal "pesawat zombie".
Teori ini pertama kali disampaikan pakar penerbangan Clive Irving di Daily Beast beberapa hari lalu. Dalam teori zombie ini, pesawat terbang dengan sendirinya setelah seluruh orang yang berada di dalamnya -penumpang, pilot dan kru- kehilangan kesadaran, atau tewas, karena kehilangan tekanan, ledakan, asap atau gas.
"Mereka dibuat tidak sadar oleh apapun, seperti asap, api, atau masalah lain. Dan pesawat kemudian terbang sendiri karena memang diprogram demikian. Itulah yang kita sebut zombie," kata Irving.
Irving mengatakan, jika skenarionya seperti ini, pesawat akan terbang dengan sendiri hingga bahan bakarnya habis. Buktinya, kata dia, pesawat masih bisa mengirimkan sinyal "ping", mengindikasikan Boeing 777-200 itu masih "hidup" di udara.
Kecanggihan Boeing 777 bisa melakukan itu semua. Namun jika bahan bakar habis, mesin akan mati, tapi satu per satu. "Di titik ini, karena hilangnya simetri kekuatan oleh mesin, pesawat akan menukik tajam dan menghantam air, tenggelam," kata Irving.
Hal ini bisa saja terjadi. Menurut catatan CNN, skenario ini pernah terjadi pada tahun 1999 pada pesawat Learjet yang disewa atlet golf profesional Payne Stewart dan empat pegolf lainnya.
Saat di udara, seluruh penumpang tewas, termasuk pilot di kokpit, setelah alat pengatur tekanan udara di kabin rusak. Kaca-kaca pesawat saat itu membeku. Penumpang mati kaku.
Teori ini pertama kali disampaikan pakar penerbangan Clive Irving di Daily Beast beberapa hari lalu. Dalam teori zombie ini, pesawat terbang dengan sendirinya setelah seluruh orang yang berada di dalamnya -penumpang, pilot dan kru- kehilangan kesadaran, atau tewas, karena kehilangan tekanan, ledakan, asap atau gas.
"Mereka dibuat tidak sadar oleh apapun, seperti asap, api, atau masalah lain. Dan pesawat kemudian terbang sendiri karena memang diprogram demikian. Itulah yang kita sebut zombie," kata Irving.
Irving mengatakan, jika skenarionya seperti ini, pesawat akan terbang dengan sendiri hingga bahan bakarnya habis. Buktinya, kata dia, pesawat masih bisa mengirimkan sinyal "ping", mengindikasikan Boeing 777-200 itu masih "hidup" di udara.
Kecanggihan Boeing 777 bisa melakukan itu semua. Namun jika bahan bakar habis, mesin akan mati, tapi satu per satu. "Di titik ini, karena hilangnya simetri kekuatan oleh mesin, pesawat akan menukik tajam dan menghantam air, tenggelam," kata Irving.
Hal ini bisa saja terjadi. Menurut catatan CNN, skenario ini pernah terjadi pada tahun 1999 pada pesawat Learjet yang disewa atlet golf profesional Payne Stewart dan empat pegolf lainnya.
Saat di udara, seluruh penumpang tewas, termasuk pilot di kokpit, setelah alat pengatur tekanan udara di kabin rusak. Kaca-kaca pesawat saat itu membeku. Penumpang mati kaku.
Setelah terbang mandiri selama empat jam, pesawat kehabisan bahan bakar dan jatuh menghantam sebuah lapangan di Dakota Selatan.
Pakar penerbangan lainnya, Les Abend mengatakan teori ini cukup beralasan. Menurut dia, jika terjadi masalah dengan pesawat, kemungkinan pilot akan putar balik mencari bandara untuk pendaratan darurat. Itulah yang selama ini diyakini oleh tim pencari dari seluruh dunia.
"Setelah pilot memutuskan untuk putar balik mencari bandara alternatif, dia lalu menyalakan autopilot untuk mendarat darurat. Saat menuju titik pendaratan darurat, mungkin asap beracun membuat kru dan penumpang tidak sadarkan diri," kata Abend.
Namun teori ini dimentahkan oleh pakar penerbangan lainnya, salah satunya Jeff Wise, pilot pribadi berpengalaman. "Ada banyak celah dalam teori ini, walau sangat populer. Jika memang putar balik, pesawat seharusnya terbang hingga Afrika, bukan Australia," ujar Wise.
Miles O'Brien, pakar aviasi lainnya dari CNN mengatakan bahwa teori ini tidak bisa dipercaya. "Pesawat jadi zombie dan pilot tidak bisa memanggil tanda bahaya, sulit untuk dipercaya. Pesawat ini punya kontak radio yang baik," kata O'Brien. (umi)
Pakar penerbangan lainnya, Les Abend mengatakan teori ini cukup beralasan. Menurut dia, jika terjadi masalah dengan pesawat, kemungkinan pilot akan putar balik mencari bandara untuk pendaratan darurat. Itulah yang selama ini diyakini oleh tim pencari dari seluruh dunia.
"Setelah pilot memutuskan untuk putar balik mencari bandara alternatif, dia lalu menyalakan autopilot untuk mendarat darurat. Saat menuju titik pendaratan darurat, mungkin asap beracun membuat kru dan penumpang tidak sadarkan diri," kata Abend.
Namun teori ini dimentahkan oleh pakar penerbangan lainnya, salah satunya Jeff Wise, pilot pribadi berpengalaman. "Ada banyak celah dalam teori ini, walau sangat populer. Jika memang putar balik, pesawat seharusnya terbang hingga Afrika, bukan Australia," ujar Wise.
Miles O'Brien, pakar aviasi lainnya dari CNN mengatakan bahwa teori ini tidak bisa dipercaya. "Pesawat jadi zombie dan pilot tidak bisa memanggil tanda bahaya, sulit untuk dipercaya. Pesawat ini punya kontak radio yang baik," kata O'Brien. (umi)
Sumber:http://dunia.news.viva.co.id/news/read/490688-teori-baru-soal-hilangnya-mh370--pesawat-zombie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar