Sabtu, 22 Maret 2014

Prabowo: Seribu Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

Prabowo: Seribu Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

Tribunnews.com, Jakarta- Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, menjalin persahabatan dengan banyak negara memang sangat penting di dalam tata hubungan internasional. Namun, kata dia, intensitas persahabatan yang sudah terjalin jangan sampai membuat Indonesia menjadi negara yang terlalu tunduk pada negara lain.
Hal itu disampaikannya dalam acara Deklarasi Indonesia Bisa Untuk Prabowo Subianto Presiden RI 2014, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (21/3/2014).
"Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita ingin Indonesia jadi sahabat semua negara. Tapi ingat, kita ingin jadi sahabat tapi kita tidak boleh jadi kacung negara manapun di dunia. Kita harus jadi sahabat yang berdiri dan duduk sederajat, kita tidak boleh berlutut pada siapapun di dunia ini," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kebanyakan orang Indonesia selaku merasa rendah diri jika berhadapan dengan orang asing, dan selalu menganggap semua hal yang berasal dari barat sebagai sesuatu yang selalu lebih baik.
Jalan pikiran seperti itulah, kata Prabowo, yang kemudian menjadikan Indonesia mudah didikte oleh pihak asing.
Meski demikian, sebut dia, bangsa Indonesia tidak perlu sampai membenci asing. "Saya juga produk barat, semua sekolah saya di barat, saya kagum dengan barat, dan saya ingin belajar dari barat. Tapi saya ingin negara saya sederajat dengan mereka dan tidak ingin mereka mendikte negara saya," katanya.
Editor: Gusti Sawabi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About